Selasa, 17 Januari 2012

makalah teori belajar bahasa


KATA PENGANTAR
      Puji syukur penulis ucapkan  kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan pertolongannya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Adapun penulisan makalah ini merupakan tugas Pemerolehan Bahasa yang diberikan Dosen pembimbing, dimana penulis akan mencoba untuk menerangkan  Pemerolehan Bahasa
      Didalam penyusunan makalah ini penulis juga mengalami kesulitan dalam menyusun dan mencari bahan – bahan yang diambil untuk pembuatan makalah ini. Namun semuanya biasa dihadapi dengan adanya kerja sama penulis dengan cara mengumpulkan bahan – bahan untuk menyusun makalah ini .
      Memang makalah ini masih jahu dengan kata sempurna , karna belum sesuai dengan pengajaran Belajar Pembelajaran. Namun demikian diharapkan makalah ini dapat membantu mahasiswa melaksanakan tugasnya dikemudian hari .
      Kiranya makalah yang sederhana ini dapat membawa dampak positif bagi semua pihak yang membacanya.   


Medan,       Nopember 2010


Penulis







                                                               i
BAB I
PENDAHULUAN

Dapat berpikir dan berbahasa merupakan ciri  utama yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Karena memiliki kemampuan keduanya,maka manusia sering disebut sebagai makhluk mulia dan makhluk sosial. Dengan pikirannya manusia dapat menjelajah kesetiap fenomena yang nampak bahkan yang tidak nampak. Dengan bahasanya, manusia berkomunikasih untuk bersosialisasi dan menyampaikan hasil pemikirannya. Salah objek pemikiran manusia adalah bagaimana manusia dapat berbahasa.

Setiap anak yang normal pertumbuhan pikirannya,mereka pasti belajar bahasa pertama ( Bahasa ibu atau bahasa rumah tangga ) dalam tahun-tahun pertama dalam hidupnya. Yang lebih biasa terjadi adalah bahwa seorang anak akan belajar bahasa kedua atau bahasa asing sesudah sistem bahasa pertamanya mantap.

Pemerolehan bahasa kedua dapat terjadi dengan bermacam-macam cara, beberapa tipe pemerolehan bahasa kedua, perbedaan mendasar adalah pemerolehan bahasa kedua yang terpimpin  dan secara alamiah. Pemerolehan bahasa kedua yang diajarkan kepada para pelajar dengan menyajikan materi yang sudah disiapkan kemudian materi itu dapat dicerna.

Pemerolehan bahasa kedua secara alamiah atau spontan adalah pemerolehan bahasa kedua yang terjadi dalam berkomunikasih sehari-hari, bebas dari pengajaran atau pimpinan guru  pemerolehan bahasa seperti ini tidak ada keseragaman dalam caranya sebab setiap individu memperoleh bahasa kedua dengan caranya sendiri-sendiri.

Dalam bekomunikasih sehari-hari, pelajar bahasa kedua berusaha sekuat tenaga untuk belajar menggunakan bahasa kedua agar dapat berkomunikasih dengan baik. Makin tinggi motivasinya makin cepat ia mencapai tujuannya.




1

BAB  II
KESIMPULAN

A.  Pemerolehan Bahasa Pertama ( B 1 )
Faktor-faktor yang akan dibicarakan ialah perkembangan koginitif anak,perkembangan sosial anak,alat pemerolehan bahasa yang dibawah sejak lahir dan urutan pemerolehan bahasa anak.
a.       Perkembangan kognitif anak
Ada beberapa unsur yang penting dan berkaitan dengan nosi-nosi ( notions ) seperti waktu,ruang,modalitas dan sebab akibat merupakan bagian terpenting dalam perkembangan kognitif penguasan bahasa pertama seorang anak.
b.      Perkembangan sosial anak
Seorang anak belajar untuk menjadi anggota masyarakat,bahasa petama menjadi salah satu sarana untuk mengungkapkan perasaan,keinginan,pendirian dan sebagainya.
c.       Hipotesis alat pemerolehan bahasa yang dibawah sejak lahir ( innate hypothesis )
Menurut Chomsky 1965,ini bukan karena anak itu memperoleh rangsangan ( stimulus ) saja, lalu ia mengadakan respons, karena orang sejak lahir ( innate ) diperlengkapi dengan seperangkat peperalatan ( device ) yang memungkinkan memperoleh bahasa pertama.
d.      Tahap-tahap dalam memperoleh bahasa pertama
Tahap yang kita ambil disini ialah tahap linguistik saja yang terdiri dari bebrpa tahap yakni :
1.      Tahap pengoceh ( babbling )
2.       Tahap satu kata satu frase ( holo parasitic )
3.      Tahap dua kata satu frase dan
4.      Tahap menyerupai telegram ( telegraphic speech )

B.  Pemerolehan Bahasa Kedua atau Asing ( B 2 )
1.    Teori-teori pemerolehan bahasa kedua atau bahasa asing ( B 2 )
Kita dapat mengambil kesimpulan disini, bahwa pemerolehan bahasa kedua ( B 2 )adalah suatu proses yang sangat rumit,

                                                                        
                                                                         3
karena ada banyak faktor yang menjadi kendala-kendala, namun ada banyak ahli psikolinguistik atau psikologi yang mencari pemecah masalah yang rumit.
Dibawah ini disajikan beberapa teori atau hipotesis yang menjadi hasil dari sejumlah besar eksperimen yang menurut para penelitinya sudah diterima kebenarannya.
a.    Hipotesis “ Kesamaan pemeerolehan”( Identity hipotesis )
Pada dasarnya hipotesis ini mengatakan bahwa “ Pemerolehan B 1 dan B 2 itu melalui proses yang sama yang diatur oleh aturan-aturan yang sama”
b.    Hipotesi-hipotesis krasen dan terrel ( op.at )
Dalam buku krasen dan terrer ada lima hipotesis yang dibicarakan.
1.      Hipotesis pemerolehan lawan pembelajaran
2.      Hipotesis masukan
3.      Hipotesis urutan alamiah
4.      Hipotesis monitor
5.      Hipotesis saringan efektif
c.    Hipotesi kontrasif
Hipotesi kontrsif mengatakan bahwa pemerolehan bahasa kedua ( B 2 ) sebagian besar ditentukan oleh struktur bahasa pertama ( b 1 ).
d.   Behaviorisme dan pemerolehan bahasa
B.F. Skiner ( 1957 ) perhatian dalam pemerolehan bahasa anak ( B 1 ) ditujukan pada ramalan ( Prakiraan ) dan unit-unit fungsional prilaku manusia. Skinner menagatakan bahwa bahasa itu seperti prilaku manusia.
e.  kognitivisme dan pemerolehan bahasa
 perkembangan umum kognitif anak adalah faktor penentu pemerolehan bahasa, seorang anak belajar atau memperoleh bahasa pertama ( B 1 ) dengan mengenal dan mengetahui cukup banyak struktur dan fungsi bahasa.

C.       Kedwibahasaan
Salah satu pemerolehan atau pembelajaran bahasa kedua adalah bahwa orang yang belajar atau memperoleh bahasa kedua itu menjadi tau dua bahasa, disebut kemampuan kedwibahasaan atau kebiasaan orang yang mempergunakan secara berganti-gantian dua bahasa disetiap hari. Di bawah ini akan kita bicarakan secara singkat dua macam kedwibahasaan yang terdapat di Indonesia.

                                                           4

a.       Kedwibahasaan di Indonesia ( Bahasa daerah dan bahasa Indonesia )
Kedwibahasaan seseorang ialah kebiasaan orang memekai dua bahasa dan penggunaan dua bahasa yang bergantian.
Menurut laporan nababan dan kawan-kawan penggunaan kedwibahasaan  ( Bahasa daerah dan bahasa Indonesia ) terjadi karena perpindahan penduduk dari daerah lain yang disebabkan urbanisasi,transmigrasi,mutasi karyawan, interaksi antar suku dan perkawinan antar suku.
b.      Kedwibahsaan di Indonesia ( Bahasa Indonesia dan bahasa asing )
Sebagai negara yang berkembang, interaksi internasional untuk kepentingan kemajuan negara ( perdagangan,politik,budaya ) kita perlu menggunakan bahasa asing demi tercapainya kemajuan negara,baik dari segi ekonomi,politik dan budaya.
c.       Ahli kode dan Campur kode
Ahli kode ialah mengganti bahasa yang digunakan oleh seseorang yang bilingual,contohnya dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia dari bahasa Indonesia ke bahasa asing.
Campur kode ialah penggunaan dua bahasa atau lebih, bahasa atau ragam bahasa secara santai antara orang-orang yang kita kenal dengan akrab dalam situasai berbahasa yang informal.














                                               5
BAB III
SUB JUDUL
A.    Pemerolehan bahasa pertama
Pemerolehan B1 terjadi apa bila anak yang belum pernah belajar bahasa apapun mulai belajar untuk bahasa pertama kalinya.
1.    Perkembangan Kongnitif anak
Ada beberapa unsur yang penting yang brkaitan dengan perkembangan jiwa atau kongnitif anak itu. Perkembangan noisi-nosi seperti ruang waktu, modelitas, sebab akibat.
2.    Perkenbangan sosial anak
Melelui bahasa khususnya B1, seorang anak belajar untuk menjadi anggota masyarakat. B1 menjadi salah satu sarana untuk mengungkapkan perasaan, keingginan, pendirian dan sebagainya.
3.    Hipotesis alat pemerolehan bahasa yang dibawa lahir
Chomsky menamakanya language acguistion davice (LAD) atau  peralatan pemerolehan bahasa, ia mengatakan LAD inilah yang membedakan manusia dengan hewan.
4.    Tahap-tahap dalam pemerolehan B1
1.      Tahap pengocehan (Babling stuge)
2.      Tahap satu kata satu frase (Holophrastic stuge)
3.      Tahap dua kata setu frase
4.      Tahap menyerupai telegram

B.     Pemerolehan bahasa kedua/ Asing (B2)
1.   Pendahuluan
Pemerolehan B2 dapat terjadi dengan bermacam-macam cara, pada usia berapa saja untuk tujuan macam-macam dan tingkat kebahasaan yang berlainan. Berdasarkan fakta ini, kita dapat membedakan beberapa tipe perolehan B2, sesuatu perbedaan yang mendasar ialah perbedaan B2 yang (1) Terpimpin dan (2) Yang secara alamiah


                                               6
a.    Pemerolehan B2 yang terpimpin
Ini berarti pemerolehan B2 yang diajarkan kepada pelajar dengan mengajukan materi yang sudah di cernakan.
            Ciri-ciri dari perbedaan B2 Seperti ini ialah bahwa materi (Seleksi dan utama) Tergantung pada kereteria yang ditunjukan oleh guru () Umumnya, apa yang disebut tringkat kesukaran bagin poelajar)
b.    Pemerolehan B2 secara alamiah
Pemerolehan secara alamiah atau sepontan adalah pemerolehan bahasa /Asing yang terjadi  dalam kehidupan sehari-hari bebas dari pengajaran atau bimbingan guru.Ciri-ciri yang penting dari pemerolehan B2 secara alamiah atau interaksi sepontan yakni (1) Yang terjadi dalam komunikasi sehari-hari (2) Yang bebas dari pimpinan sistematis yang sengaja.
2.   Teori-teori pemerolehan bahasa kedua/Asing (B2)
Bereikut ini teori-teori hipotesis yang menjadi hasil dari sejumlah besar eksperimen yang menurut para penelitinya sudah diterima kebenaranya.
a.       Hipotesis “kesamaan pemerolehan” oleh Klein
b.      Hipotesis-hipotesis Krastien dan terrel (Op.cit) oleh Kroshon dan Terrel
c.       Hipotesis pemerolehan lkawan pembelajaran
d.      Hipotesis masukan (Input Hypottesis)
e.       Hipotesis urutan alamiah
f.       Hipotesis monitor
g.      Hipotesis saringan Afaktif (Affektive Filter)
3.   Hipote3sis kongnitif
Hipotesis kongnitif mengatakan bahwa pemerolehan B2 sebagai besar ditentukan struktur B1. Seperti dikatakan Lado (1957) “Kita dapat meramalkan dan memberikan pola-pokla kalimat yang tidak akan menjadi problem dalam pembelajaran dan pola-pola kalimat yang tidak akan menjadi problem dalam pelajaran dan cara mengadakan perbandingan secara sistematisis antara behasa dan kebudayaan yang akan dipelajari dengan bahasa dan budaya dari sumber pelajaran




                                               7
4.   Behaviourisme dan pemerolehan bahasa
Salah seorang pengajun pandangan Behaviorisme dalam pemerolehan bahasa yang terkemuka adalah ahli pisikoogi B.F. Skiner (1957) mengatakan perhatian dalam pemerolrhan bahasa anak (B1) ditunjukan pada ramalan (perkiraan) dan unit-unit fungsional prilaku mnanusia
5.   Kongnitivisme dan pemeroilehan bahasa
Solbi ( 1976) mengatakan bahwa seorang anak lahir dengan seperangkat prosedur dan aturan bahasa yang dinamakan oleh Chomsky LAD (lihat 523) Solbin mengatakan bahwa yang dibawa lahir bukanlah pengatahuan seperangkat katagori linguistik.

C.     Kedwibahasaan
1.   Kedwibahasaan di Indonesia (Bahasa daerah dan bahasa Indonesia)
Kedwibahasan seorang ialah kebiasan orang memakai dua bahasa dan penggunaan bahasa itu secara bergantian.
2.   Bahasa Indonesia dan bahasa Asing                                                                                         Tujuan-tujuan untuk bahasa inggris antara lain adalah :
    Untuk memperoleh pekerjaan yang layak di sektor swasta yang menurut pengetahuan dan kelancaran bahasa Inggris.
   Untuk mampu berperan serta dalam penbicaraan-penbicaraan dalam porum         internasional
    Untuk mampu mengikuti didalam atau diluar negri dimana bahasa Inggris digunakan
3.      Ahli kode dan campur kode
Yang disebut ahli kode ialah mengganti bahasa yang digunakan oleh seorang yang bilingual, umumnya dari bahasa Indonesi ke bahasa daerah, dari bahasa Indonesia ke bahasa Asing,dan sebaliknya.
Yang disebut campur kode ialah penggunaan dua atau lebih bahasa atau ragam bahasa secara santai antara orang-orang yang kita kenal dengan akrab.




                                               8
BAB IV
ANALISA

Perkembangan Sosial Anak

            Salah satu faktor yang mempengaruhi pemerolehan B1 seorang anak adalah perkembangan sosial anak. Semakin pesat perkembangan sosial anak akan lebih maju pemerolehan B1 anak tersebut.
Dalam penerapanya, anak –anak sering belajar di luar logikanya sekiranya dapat menyakiti perasaan orang lain, namun hal ini dapat bisa dimaafkan,tetapi ia harus sudah mulai belajar ada norma-norma yang harus di perhatikan.
Bila terjalin hubungan sosial yang baik antara anak dengan orang tuanya, anak akan menjadi lebih bijak (Aktif), sebaliknya bila orang tua cendrung melarang atau membatasi kebebasan seorang anak dalam menyampaikan ide atau pendapat maka anak itui akan menjadi pendiam (Pasif).
Dan salah satu cara seorang anak ingin mengungkapkan pikiran,perasan, dan pendirian adalah dengan bahasa, dan bahasa merupakan sarana untuk bersosialisasi dimasyarakat dan bagaimana seorang anak akan bersosialisasi dimasyarakat dengan baik dan sopan ini merupakan bagaimana orang tuanya mendidik anak-anaknya ketika memperoleh bahasa pertama dengan baik. Hal itu bisa mempengaruhi perkembangan sosial anak, contohnya kita ambil dalam satu kasus yang sering terjadi dimasyarakat “ Orang tuanya selalu berbahasa dengan bahasa-bahasa yang tidak baik, secara otomatis anak-anaknya akan mengikuti bahasa orang tuanya “ dan bahasa-bahasa yang tidak baik dan tidak sopan akan dibawahnya kemasyarakat umum. Dengan demikian perkembangan sosial anak akan terpengaruhi, sebagai pencegah kemungkinan-kemungkinan perkembangan sosiala anak yang tidak baik, peran orang tua dan keluarga yang sangat berpengaruh dalam pemerolehan bahasa pertama anak, karena keluarga merupakan negara kecil dan merupakan komunitas terbesar di Dunia.



                                               9






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar